Senin, 13 Juni 2011

jurnal Umum

                                                     JURNAL DAN BUKU HARIAN

A. Jurnal Umum atau Jurnal Transaksi
Adalah aktivitas meringkas dan mencatat transaksi koperasi berdasarkan dokumen dasar
secara kronologis beserta penjelasan yang diperlukan di dalam buku harian. Jurnal berfungsi
mencatat dan meringkas pengaruh setiap transaksi koperasi terhadap persamaan dasar akuntansi,
sedangkan rekening dan buku besar berfungsi mencatat transaksi koperasi menurut jenis
transaksinya. Antara jurnal dan buku besar saling melengkapi satu dengan lainnya.


B. Buku Harian
Adalah media yang digunakan untuk mencatat transaksi koperasi secara ringkas, permanen
dan lengkap serta disusun secara kronologis untuk referensi di masa mendatang. Secara Umum
buku harian berbentuk empat kolom. Kolom pertama (tanggal) berfungsi untuk mencatat tanggal
transaksi. Kolom kedua (keterangan) untuk mendcatat tanggal transaksi. Kolom ketiga (ref) berguna
untuk mencatat referensi yan g terkait dengan buku besar. Kolom keempat (jumlah) dibagi menjadi
dua kolom, yaitu kolom debet dan kolom kredit berguna untuk mencatat nilai transaksi.
Untuk kelompok rekening aktiva dan beban, jika bertambah dimasukkan di sisi debet, jika
berkurang dimasukkan disisi kredit. Untuk kelompok rekening utang, modal, pendapatan, jika
bertambah dimasukkan disisi kredit dan jika berkurang dimasukkan disisi debet. Setiap kata yang
dijadikan dasar untuk mencatat di dalam buku harian harus sama persis dengan nama rekewning
yang ada di buku besar. Keterangan tambahan di dalam mencatat transaksi berfungsi untuk
memperjelas jurnal yang dibuat.
Untuk melakukan penjurnalan, yaitu mencatat transaksi koperasi di dalam buku harian adalh
dengan menjadikan pedoman dalam mencatat transaksi di dalam buku besar atau rekening koperasi.
Di bawah ini adalah contoh-contoh transaksi yang dilakukan Koperasi Keluarga Sejahtera
yang didirikan oleh sekelompok warga :

Transaksi (a)
Pada awal tahun 2008, sekelompok warga mendirikan koperasi dengan jumlah 250 orang. Koperasi
diberi nama Koperasi Keluarga Sejahtera. Pada tanggal 1 Februari 2008, 250 orang menyerahkan
Rp 600.000 per orang sebagai simpanan pokok.
1 Febuari 2008 Kas Rp 150.000.000
Simpanan Pokok Rp 150.000.000
Transaksi (b)
Tanggal 2 Februari 2008, dikeluarkan uang untuk sewa kantor rp. 2.500.000 untuk 1 tahun.
2 Febuari 2008 Sewa Dibayar Dimuka Rp 2.500.000
Kas Rp 2.500.000
Transaksi (c)
Tanggal 5 Febuari 2008, Koperasi membeli peralatan kantor seharga Rp. 20.000.000,00. Pembelian
ini dilakukan secara kredit dari Toko Makmur. Dimana sebanyak Rp 10.000.000 dibayar tunai,
sisanya akan dibayar dalam waktu 6 bulan.
7 Febuari 2008 Peralatan Kantor Rp 20.000.000
Kas Rp 10.000.000
Utang Usaha Rp 10.000.000
Transaksi (d)
Pada tanggal 6 Februari 2008, Koperasi membeli perlengkapan kantor sehrga Rp 500.000 secara
tunai.
6 Februari 2008 Perlengkapan Kantor Rp 500.000
Kas Rp 500.000
Transaksi (e)
Pada tanggal 5 Maret 2008, sebanyak 250 orang menyetor uang Rp 50.000 per orang sebagai
simpanan wajib anggota.
5 Maret 2008 Kas Rp 12.500.000
Simpanan Wajib Rp 12.500.000
Transaksi (f)
Pada tanggal 8 Maret 2008 koperasi memperoleh kredit usaha dari Bank Rakyat Indonesia sebesar
Rp 50.000.000 dengan tingkat bunga 1,5% per bulan.
8 Maret 2008 Kas Rp 50.000.000
Utang Bank Rp 50.000.000
Transaksi (g)
Tanggal 9 Maret 2008, sejumlah anggota koperasi menyimpan uangnya Rp 5.000.000 di koperasi.
9 Maret 2008 Kas Rp 5.000.000
Simpanan Sukarela Rp 5.000.000
Transaksi (h)
Tanggal 12 Maret 2008, Koperasi memberikan pinjaman uang kepada anggota, sebesar
Rp. 100.000.000,00 dengan tingkat bunga sebesar 3,5% per bulan.
12 Maret 2008 Piutang Anggota Rp 100.000.000
Kas Rp 100.000.000
Transaksi (i)
Pada tanggal 20 Maret 2008, koperasi membayar beban listrik, air, dan telepon sebesar Rp 200.000
2 Maret 2008 Beban TAL Rp 200.000
Kas Rp 200.000
Transaksi (j)
Pada tanggal 30 Maret 2008, anggota yang meminjam uang pada koperasi membayar angsuran
pokok dan bunga pinjaman sebesar Rp. 13.500.000 Dimana sebesar Rp 10.000.000 merupakan
angsuran pokok pinjaman dan sebesar Rp 3.500.000 merupakan bayar bunga pinjaman.
2 Maret 2008 Kas Rp 13.500.000
Piutang Anggota Rp 10.000.000
Pendapatan Bunga Rp 3.500.000
Transaksi (k)
Pada tanggal 31 Maret 2008 dibayar gaji karyawan Rp 850.000, karyawan bekerja 1 Maret 2008.
pada saat yang sama koperasi membayar bebn bunga pinjman kepad Bank Rakyat Indonesia sebesar
Rp 750.000.
31 Maret 2008 Beban Gaji Rp 1.700.000
Beban Bunga Rp 750.000
Kas Rp 2.450.000
Transaksi (l)
Pada tanggal 5 April 2008, anggota koperasi sebanyak 250 orang menyetor uang Rp 50.000 tiap
orang kepada kopersai sebagai simpanan wajib anggota.
5 April 2008 Kas Rp 12.500.000
Simpanan Wajib Rp 12.500.000
Transaksi (m)
Tanggal 8 April 2008, koperasi memberi pinjaman kepada anggota sebesar Rp 40.000.000 dengan
bunga 3,5% per bulan.
8 April 2008 Piutang Anggota Rp 40.000.000
Kas Rp 40.000.000
Transaksi (n)
Tanggal 15 April 2008 koperasi membayar utang kepada Toko Makmur sebesar Rp 6.000.000
15 April 2008 Utang Usaha Rp 6.000.000
Kas Rp 6.000.000
Transaksi (o)
Pada tanggal 28 April 2008 anggota koperasi yang meminjam uang pada koperasi (transaksi tanggal
8 April) membayar angsuran pokok dan bunga pinjaman sebesar Rp 5.400.00. Dimana sebesar Rp
4.000.000 merupakan angsuran pokok pinjaman, sebesar Rp 1.400.000 merupakan pembayaran
bunga pinjaman .
28 April 2008 Kas Rp 5.400.000
Piutang Anggota Rp 4.000.000
Pendapatan Bunga Rp 1.400.000
Transaksi (p)
Pada tanggal 29 April 2008, anggota koperasi yang meminjam uang pada koperasi (transaksi
tanggal 12 Maret 2008) membayar angsuran pokok dan bunga pinjaman sebesar Rp 13.500.000.
dimana sebesar Rp 10.000.000 merupakan angsuran pokok pinjaman dan sebesar Rp 3.500.000
merupakan bunga pinjaman.
29 April 2008 Kas Rp 13.500.000
Piutang Anggota Rp 10.000.000
Pendapatan Bunga Rp 3.500.000
Transaksi (q)
Pada tanggal 30 April 2008 dibayar gji dua orang karyawn koperasi sebesr Rp. 850.000 per orng.
Pada saat yang sam kopersi membayr beban bunga pinjaman ke Bank Rakyat Indonesia sebesar rp
750.000
31 Maret 2008 Beban Gaji Rp 1.700.000
Beban Bunga Rp 750.000
Kas Rp 2.450.000
Transaksi (r)
Pada tanggal 5 Mei 2008, sebanyak 250 orang mennyetor uang Rp 50.000 per orang sebagai
simpanan wajib anggota.
5 Maret 2008 Kas Rp 12.500.000
Simpanan Wajib Rp 12.500.000
Transaksi (s)
Pada tanggal 20 Mei 2008 koperasi membayar beban listrik, air, dan telepon sebesar Rp 200.000
2 Maret 2008 Beban TAL Rp 200.000
Kas Rp 200.000
Transaksi (t)
Pada tanggal 8 Mei 2008 Koperasi membeli perlengkapan kantor sehrga Rp 200.000 secara tunai
dari Toko Serba Ada.
8 Mei 2008 Perlengkapan Kantor Rp 200.000
Kas Rp 200.000
Transaksi (u)
Tanggal 16 Mei 2008 koperasi membayar utang kepda Toko Makmur sebesar Rp 2.000.000
16 Mei 2008 Utang Usaha Rp 2.000.000
Kas Rp 2.000.000
Transaksi (v)
Pada tanggal 31 Mei 2008, empat bulan setelh pediriannya, pengurus dan anggota koperasi sepakat
untuk membagikan SHU kepada anggota. Akhirnya setelah melalui perhitunhan yamg teliti
diputuskan dibagikan SHU total kepada anggota kopersai sebesar Rp 500.000
31 Mei 2008 SHU dibagikan Rp 500.000
Kas Rp 500.000
C. Jurnal Penyesuaian
Seringkali terdapat beberapa hl atau beberapa aktivitas koperasi yang tidak memiliki kaitan
dengan pihak lain, sehingga tidak dicatat di dalam jurnal umum atau beberapa aktivits tertentu yang
terkait dengan pihak lain, tetapi pihak eksternal tersebut menganggap transksinya dengan pihak
koperasi telah dicatat dan diakui, sedangkan pihak koperasi menganggapnya belum selesai atau
belum tepat penyajiannya. Aktivitas dan keterangan semacam itu perlu dicatat, dibetulkan, dan
dikoreksi agar penyajiannya tepat. Proses koreksi tersebut dilakukan dengan membut jurnal
penyesuaian.
Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) adalah aktivitas untuk membetulkan rekening / perkiraan,
sehingga laporan yang dibuat berdasarkan rekening tersebut dapat menunjukkan pendapatan, asset,
dan kewajiban yang sesuai.
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang tidak didasarkan pada aktivitas transaksi tetapi
didasarkan pada perhitungan atau keterangan tertentu. Misalnya, beban depresiasi gedug, beban
pemakaian perlengkapan, beban sewa gedung, utang gaji, dan lain – lain.
1. Beban Pemakaian Perlengkapan
Perlengkapan kantor atau perlengkapan kantor yang dibeli koperasi pada suatu saat,
seringkali tidak dihitung dan dicatat pemakaiannya. Pada akhir periode akuntansi baru
dihitung sisa perlengkapan tersebut. Saldo perlengkapan pada buku besar dikurangi dengan
nilai yang diperoleh pada saat stock opname (perhitungan fisik) perlengkapan adalah beban
pemakaian perlengkapan tersebut.
BebanPemakaian Perlengkapan xxx
Perlengkapan Kantor xxx
2. Beba depresiasi aktiva tetap
Aktiva tetap, yang dibeli pada suatu saat sebaiknya nilai atau harga perolehannya
dibagi dengan jumlah periode waktu yang menikmati manfaat dari aktiva tetap tersebut, agar
penbvagian (alokasi) biaya pembelian aktiva tetap tersebut lebih adil dan merata.
Beban Depresiasi Peralatan xxx
Akumulasi Depresiasi Peralatan xxx
Beban Depresiasi Bangunan xxx
AkumulasiDepresiasi
Bangunan xxx
3. Beban sewa kantor
Sewa kantor, yang dibayar pada suatu saat seringkali berlaku selama beberapa
periode akuntansi. Pada saat sewa kantor tersebut dibayarkan belum menjadi beban bagi
periode tersebut, karena itu diakui sebagai sewa kantor dibayar dimuka. Setelah suatu
periode terlewati dengan menikmati manfaat dari kantor yang disewa tersebut maka periode
tersebut harus dibebani beban sewa kantor yang dihitung secra proposional dengan lamanya
sewa.
Beban Sewa Kantor xxx
Sewa Kantor dibayar dimuka xxx
4. Utang gaji
Terkadang gaji yang menjadi beban pada suatu periode tertentu dan harus dibayar
pada periode tersebut belum dibayarkan sampai pada saat akhir periode tersebut.
Gaji pegawai xxx
Utang gaji xxx

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar